Skip to main content

Posts

PUISI

Jeritan Haluan Kiri Oleh : Sholahul Amal SEANDAINYA ,,, Fanatik setingkat buta Kata pembodohan terdengar di mana-mana Mengkritik dinilai kekirian  Patuh konstitusi disebut sayap kanan Di era baru... Apa mau mu ?!!!!! Padahal komunis sudah hidup sengsara Ideologi nya hilang entah kemana Negara sudah tidak mungkin di tata secara fasis Warga tidak lagi diperlakukan dengan bengis Ide-ide bebas sekian lama tidak disuarakan  Gerakan reformasi terbungkam ketakutan Tapi mengapa fitnah komunis masih berkoar ??? Suka menuduh komunis pada lawan yang tidak sepemikiran Menilai sama antara komunis dan atheis Mengaku agamis,,,kelakuannya menduakan tuhan Dasar !!! wajah agamis bernafaskan atheis.* Persimpangan kiri jalan, 18 september 2021 Sang Cipta Benih Oleh: Mula Ragil Apa kabar kau dengan tunasmu Sudah besar berkembang Atau mulai goyah  Tertawan udara kepung wilayah ................ Kuatlah kau akar Kokohlah sang dahan Jangkaulah sorga kau ranting Tebarlah harap indah kau daun Moga ...

SHOLAT QASHAR

  SALAT QASAR Dalam mengarungi kehidupan tidak lepas dari yang namanya perjalanan, karena perjalanan  merupakan bagian dari kehidupan. Entah itu perjalanan spiritual atau perjalanan kemanusiaan. Perjalanan spiritual erat hubungannya dengan sang pencipta, sedangkan perjalanan kemanusiaan hubungannya dengan sesama manusia.  Berbicara perjalanan, Teringat dengan lagu Berita Kepada Kawan yang dinyanyikan oleh Ebiet G Ade, berikut cuplikannya “Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, sayang engkau tak duduk disampingku kawan“. Namun, di sini tidak akan membahas perjalanan yang dimaksud dalam lirik tersebut, lirik tersebut hanya salah satu contoh betapa luasnya pembahasan tentang kata perjalanan. Dari itu,  kembali pada pembahasan tentang perjalanan yang berkaitan erat dengan ibadah shalat. Dalam hal ini ada dua istilah yang digunakan dalam literatur fiqh, yaitu salat qashar dan salat jama’. Namun kali ini,yang akan dibahas  salat qoshar saja. Untuk mengawali pembaha...

PUISI

Rindu Ibu Bila malam telah tiba Gelap pun menyelimuti suasana malam ini Sunyi sepi kurasakan Tanpa dirimu disisi Belaianmu yang kurindukan Senyummu yang selalu kuingat Tutur katamu yang menawan Seakan selalu kubawa dalam mimpi Engkaulah bulan malamku Engkaulah penerang hidupku Ku ingin bertemu denganmu Merasakan pelukan hangat darimu Ibu........aku rindu...... I miss you....... * Drama titik koma Saat letih jadi kawan Frustasi pun jamah angan Ku tengok langit berbinar anting lekat ratap memikat Ratap hamba yang tunduk hina Mohon ampun tapi tak tunduk nafsu rasa Mohon bahagia malah sana sini umbar amarah Mohon merdeka gemah ripa masih lupa alur dunia Mohon kuasa atas jiwa namun bingung harus kemana Mohon ini bertumpuk itu ditopang sini ditambah situ bersama dia borong semua .......... Aku letih Tak ingin berlomba  Ambil saja apa yang ada Tapi kalau tak minta  Nanti dikira durhaka Mungkin tugasku hanya menghamba Liat tuan puas saja Nikmat rasanya.*mlrgl Rahman-Rahim Akankah Ra...

Kesunnahan Mengangkat Tangan dalam Holat

KESUNNAHAN MENGANGKAT TANGAN DALAM SHOLAT Ibadah merupakan wujud pengabdian seorang hamba kepada tuhannya. Dalam pengabdiannya tidak lepas dari intruksi-intruksi yang menuntun jalannya proses pengabdian. Dan intruksi itu, bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas. Dari itu, ibadah yang kita lakukan, yang konon katanya sebagai wujud pengabdian kepada sang pencipta, haruslah berdasarkan empat dalil tersebut, untuk ibadah sunnah juga demikian. Misal shalat, dalam shalat, ada yang namanya takbiratul ikhram, dalam takbirotul ihkram, ada kesunnahan mengangkat tangan, untuk mendapatkan kesunnahan rof’u al-yadain atau mengangkat tangan, tidak hanya mengangkat tangan, tanpa memperhatikan batasanan-batasan berdasarkan dalil.  Praktek mengangkat tangan atau yang dalam istilah fiqih disebut dengan rof’u al-yadain merupakan bagian kesunnahan sholat. Hal ini berdasarkan keterangan dalam kitab Al-Hawi Al-Kabir : الحاوي الكبير (2/ 98) (مسألة) : قال الشافعي رضي الله عنه: " وَيَرْفَعُ ...

Jamaah, oh jamaah

       Di kalangan nahdliyin tidak asing lagi dengan kata jamaah, terutama di kalangan para santri. Di setiap sudut Pondok Pesantren,  jamaah sudah menjadi kegiatan sehari-hari bagi Kang Santri terutama dalam sholat. Jamaah menjadi wasilah penggalangan pahala dan juga sebagai sarana agar santri selalu bekerja sama dan kompak dalam mengerjakan hal-hal lain sebagai wujud pengejawantahan jamaah dalam sholat. Walaupun ada sebagian kalangan yang menganggap jamaah sebagai hal yang remeh, entah karena mereka masih berfikir banyak hal penting yang mampu mengalahkan keutamaan berjamaah. Namun kami dalam ulasan kali ini bukan  membahas hal yang demikian. Disini kami hendak membahas perihal problematika mengenai  jamaah yang terjadi di kalangan para santri.       Jamaah yang terjalin antara makmum dan imam, menuntut seorang makmum untuk mengikuti sholat sang imam. Namun, terkadang muncul suatu masalah dimana Kang Santri merasa tidak nyaman ket...

Kajian Seputar Mengqodho' Sholat

 KAJIAN SEPUTAR MENGQODHO’ SHOLAT      Sholat merupakan suatu ritual penghambaan yang dilaksanakan seorang muslim, serta menjadi sebuah  identitas kemukminan seorang hamba atas iman yang telah diyakininya. Tapi tak jarang seorang hamba, entah sebab keegoisan atau keminiman dalam berilmu dan berhikmah menganggap ritual ini sebagai hal yang hanya wujud dalam gerakan sehingga membuat seorang hamba lebih memilih gerakan-gerakan lain yang mampu memberi bukan hanya gerakan saja.      Dari sini Penulis merasa perlu untuk meluruskan dan memperbaiki beberapa hal mengenai ibadah kita, bukan dari segi ilmu tasawwuf yang berkaitan dengan hati, niat, ikhlas, dan tazkiyat an-nafs. Namun, melalui pandangan fiqih sebagai langkah awal dalam memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang telah lewat dan berhusn adz-dzan kuat akan masa mendatang sehingga tercatat sebagai min ‘ibaadik ash-sholihin.        Mengqodho’ (mengganti) sholat adalah sebu...

Rekreasi Merupakan Kunci Utama Keberhasilan Santri dalam Menuntut Ilmu

REKREASI MERUPAKAN KUNCI UTAMA KEBERHASILAN SEORANG SANTRI DALAM MENUNTUT ILMU Kata مسافر (Musaafir) adalah Isim Fa'il dari Fi'il Madli سافر(Saafaro) dengan tiga huruf asal yang mendapat tambahan satu huruf (فعل ثلاثي مزيد رباعي). Sedangkan tiga huruf asalnya dengan tanpa tambahan (ثلاثي مجرد) adalah س-ف-ر(Safaro = Fi'il Madli dan Safarun = Masdar). Arti kata مسافر dan سفر adalah sebagaimana keterangan berikut yang termaktub di dalam karya Imam Fakhruddin Ar-Razy: #تفسير الرازي ج:٥ ص:٢٤٤# قال الأزهري:وسمي المسافر لكشف قناع الكن عن وجهه وبروزه لأرض الفضاء وسمي السفر سفرا لأنه يسفر عن وجوه المسافرين وأخلاقهم ويظهر ما كان خافيا منهم. Artinya: Imam Al-Azhari berkata : "(Penamaan Orang yang berekreasi) dengan nama مسافر karena Ia membuka penutup rumahnya (topeng) dari wajahnya dan menampakkan diri ke hamparan bumi yang lapang dan alasan dari penamaan perjalanan yg di tempuh dengan nama سفر(Safar) adalah karena wajah, akhlaq (keadaan dan prilaku) dan sesuatu yang tersembun...

Santri itu Mahkluk Apa ?

  SANTRI ITU MAKHLUK APA ? E-book   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata santri mengandung dua makna, arti pertama adalah orang yang mendalami agama islam, dan yang ke-dua orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang saleh. Istilah santri selama ini digunakan untuk menyebut kaum atau orang-orang yang sedang atau pernah memperdalam ajaran agama islam di Pondok Pesantren. Kata “Pesantren” inilah oleh sebagian kalangan diyakini sebagai asal-usul terciptanya istilah santri. Mendengar kata santri sudah pasti tidak asing lagi ditelinga kita, bahwasanya santri itu adalah orang yang berpeci, bersarung dan berbaju koko. Tidak hanya itu sering kali orang berspekulasi bahwa santri itu rajin ibadah, mengaji dll. Padahal sesuai dengan kenyataan yang ada tidak semua santri seperti itu. Apalagi pada zaman sekarang ini yang bisa juga disebut Zaman Android. Mulai bangun tidur sampai bangun lagi pasti tidak lepas dengan yang namanya handphone, mau ini lihat handphone,...

Nasionalisme Kaum Sarungan

Waktu terus berjalan dan musim silih berganti layaknya kehidupan manusia yang manis dan terkadang juga pahit. Namun, tidak dengan sejarah bangsa negeri kita ini. Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi sebelum era pembebasan itu tidak akan pernah terkikis oleh zaman dan haruslah selalu tertanam dalam jiwa kita. Dimana keringat, air mata dan bahkan darah yang turut menjadi saksi perjuangan sebuah bangsa untuk negerinya demi tercapainya sebuah cita-cita yang mulia ialah kemerdekaan. Karena kemerdekaan bukanlah hal yang turun begitu saja atau ada hanya secara kebetulan. Namun , pertanyaannya siapakah seben a rnya tokoh-tokoh di balik kemerdekaan yang telah kita rasakan manisnya sampai hari ini? Seperti apa perjuangan mereka dan atas dasar apa mereka melakukan perjuangan hingga berdarah-darah untuk sebuah kemerdekaan yang mer e ka cita-citakan untuk negerinya? Tepat pada 1511 M , Sejak saat pertama kali imperialisme barat menginjakkan kaki di tanah nusantara Indonesia untuk melaksan...