Skip to main content

PUISI


Jeritan Haluan Kiri

Oleh : Sholahul Amal


SEANDAINYA ,,,

Fanatik setingkat buta

Kata pembodohan terdengar di mana-mana

Mengkritik dinilai kekirian 

Patuh konstitusi disebut sayap kanan


Di era baru...

Apa mau mu ?!!!!!


Padahal komunis sudah hidup sengsara

Ideologi nya hilang entah kemana

Negara sudah tidak mungkin di tata secara fasis

Warga tidak lagi diperlakukan dengan bengis

Ide-ide bebas sekian lama tidak disuarakan 

Gerakan reformasi terbungkam ketakutan

Tapi mengapa fitnah komunis masih berkoar ???

Suka menuduh komunis pada lawan yang tidak sepemikiran

Menilai sama antara komunis dan atheis

Mengaku agamis,,,kelakuannya menduakan tuhan

Dasar !!! wajah agamis bernafaskan atheis.*


Persimpangan kiri jalan, 18 september 2021



Sang Cipta Benih

Oleh: Mula Ragil


Apa kabar kau dengan tunasmu

Sudah besar berkembang

Atau mulai goyah 

Tertawan udara kepung wilayah

................

Kuatlah kau akar

Kokohlah sang dahan

Jangkaulah sorga kau ranting

Tebarlah harap indah kau daun

Moga kau manis membangga sang buah

.................

Kasian tuanmu 

Tak cuma cipta benih dan angan

Juga tebar rindu

Kasih sayang 

Bahkan juang

................

Jangan lupa sadar alam 

Tumbuh tinggi

Kuatir angin kencang.*mlrgl


Bilik bambu, 20 sepetember 2021


Adik-Kakak

Oleh : Mula Ragil


Hebat kau sang jiwa

Entah murni atau noda

Sebab logika atau curhat belaka

Tapi kami sepakat

Seluruh keluarga percaya ini murni ilmiah

Bukti nyata ketak terbatasan ilmu dan analisa

Karena percaya kami

Kau yang mungkin katanya SALIK “Sang Pengembara”

Yang melewati pendewasaan 

Tak hanya temu sholih saja

Tapi fasid bahkan afsad 

Semua kau sapa

Semua kami percaya berdasar ilmiah

Meski harus kata

Yang sana sini tak nemu pembenarannya

Malah sering diserapah salah

Oleh mereka yang anggap ini dogma

Teruslah suluk wahai timanganku

Ibu ada selalu menenangkanmu.*mlrgl


Bilik bambu, 20 september 2021




Qabla Ba’da

 Oleh : Dadidol


Masa terus berlayar bersanding kapan

Arunika akan sampai pada senja melalui harapan

Saat ini, akan berjumpa dengan masa depan

Tak lama, masa depan pun demikian

Qabla akan menemui ba’da dipersimpangan

Begitulah dan demikian


Qabla ,, ba’da ,,


Kita berada di antara qabla dan ba’da

Masa lalu hanyalah ingatan

Masa depan hanyalah harapan 

Saat ini, apa yang kita rasakan


Qabla ,, ba’da ,,


Saat ini, akan menjadi masa lalu

Masa depan akan menjadi masa lalu

Masa lalu akan menjadi masa lalu

Semua akan menjadi satu


Qabla ,, ba’da ,,


Kita berada diruang

Ruang tanpa dituang

Dituntut berjuang

Menemui riang


Qabla ,, ba’da


Ucapan adalah do’a yang terngiang

Bisa jadi, hidup adalah do’a yang panjang

Berharap tak ada bendera setengah tiang

Semoga sesuai skenario yang maha kasih sayang


Reot, 21 september 2021


Penulis :

Sholahul Amal

Bilal

Abdil Arif

Editor :

Ust. Bilal

Layouter :

BarArt


 

Comments

  1. good, buat kak sholahul amal bisa minta dibuatin puisi ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Boleh aja, langsung diemail aja: pmgerak21@gmail.com...nah itu emailnya

      Delete

Post a Comment