Skip to main content

Posts

Memakai mukenah dengan dagu terbuka

  Memakai mukenah dengan dagu terbuka  Pertanyaan : Bagaimana hukum memakai mukena dengan dagu terbuka dalam salat bagi perempuan? Jawaban :  Dalam madzhab Syafii tidak ada pendapat yang memperbolehkan perempuan membuka anggota di bawah dagu. Namun imam-imam yang lain banyak yang memperbolehkannya. Oleh sebab itu, salatnya orang awam dengan dagu terbuka tetap dihukumi sah, seperti penjelasan yang akan dijelaskan sebagai berikut.   قرة العين بفتاوى إسماعيل زين ص 52 إن انكشاف ما تحت الذقن من بدن المرأة في حال الصلاة والطواف يضر فيكون مبطلا للصلاة وللطواف وذلك لأنه داخل في عموم كلامهم فيما يجب ستره فقولهم عورة الحرة في الصلاة جميع بدنها إلا الوجه والكفين يفيد ذلك لأمور منها الاستثناء فإنه معيار العموم ومنها قولهم يجب عليها أن تستر جزءا من الوجه من جميع الجوانب ليتحقق به كمال الستر لما عداه فظهر بذلك أن كشف ذلك يضر ويعتبر مبطلا للصلاة ومثلها الطواف هذا مذهب سادتنا الشافعية وأما عند غيرهم كالسادة الحنفية والسادة المالكية فإن ما تحت الذقن ونحوه لا يعد كشفه من المرأة م...

MENGQODHO' SALAT ORANG MENINGGAL

MENGQODHO’ SALAT ORANG MENINGGAL Pertanyaan : Bagaimana hukum mengqodho’ salat untuk orang  meninggal ? Jawaban : Dalam permasalahan ini terjadi khilaf dalam kalangan madzhab Syafi’iyah. Seperti yang dijelaskan dalam kitab I’anah At-thalibin  juz : 1 hal. 33 إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 33)  (فائدة) من مات وعليه صلاة فلا قضاء ولا فدية. وفي قول - كجمع مجتهدين - أنها تقضى عنه لخبر البخاري وغيره، ومن ثم اختاره جمع من أئمتنا، وفعل به السبكي عن بعض أقاربه. ونقل ابن برهان عن القديم أنه يلزم الولي إن خلف تركة أن يصلى عنه، كالصوم. وفي وجه - عليه كثيرون من أصحابنا - أنه يطعم عن كل صلاة مدا. Penjelasan ibarah: barang siapa yang meninggal sedangkan dia memiliki tanggungan salat, maka para ulama berbeda pendapat dalam menanggapinya.  Menurut pendapat yang pertama, bagi wali/keluarga tidak diharuskan mengqodho’ atau membayar fidyah untuk salat yang ditinggalkan oleh mayyit.  Menurut pendapat yang kedua, berlandasan pada hadist imam Bukhari dan yang lain, bahwa salat yang ditinggalk...

Salat Bawa Anak Kecil

 Pertanyaan  Apakah anak kecil yang belum dikhitan dapat menyebabkan  sholat orang dewasa batal ketika bersentuhan / menempel.? Jawaban: sholat orang tersebut dihukumi sah. Sebab bersentuhan dengan bayi yang belum dikhitan tidak sampai membatalkan solat. Seperti penjelasan yang terdapat dalam Kitab Majmuk sharhul muhaddzab juz 2 hal. 199 المجموع الجزء الثاني ص 199 ولو كان غير مختون فهل يلزمه في غسل الجنابة غسل ما تحت الجلدة التى تقطع في الختان فيه وجهان حكاهما المتولي والروياني وآخرون أصحهما يجب صححه الروياني والرافعي لأن تلك الجلدة مستحقة الإزالة ولهذا لو أزالها إنسان لم يضمن وإذا كانت مستحقة الإزالة فما تحتها كالظاهر والثاني لا يجب وبه جزم الشيخ أبو عاصم العبادي في الفتاوى لانه يجب غسل تلك الجلدة ولا يكفي غسل ما تحتها فلو كانت كالمعدومة لم يجب غسلها فبقى ما تحتها باطنا. Para ulama berbeda pendapat dalam menghukumi qulfah: Menurut qaul ashoh, qulfah dihukumi sebagai anggota luar, sehingga wajib disucikan.  menurut muqobil ashoh, qulfah dihukumi sebagai anggota dalam...

hukum orang berjalan atau lewat depan orang sholat

  LEWAT DI DEPAN ORANG SHOLAT Alur Cerita Masalah : Ketika sedang sholat berjamaah, terkadang kita mendapati seseorang melintas di depan orang yang sedang sholat. Bolehkah kita melintas di depan orang yang sedang melaksanakan sholat?       Sumber; google Pertanyaan : Apa hukum lewat di depan orang sholat? Jawaban : Boleh, lewat di depan orang yang sedang melaksanakan sholat ketika tidak menemukan jalan lain, atau dalam keadaan darurat seperti ingin membuang hajat, dan hal-hal lain yang mengharuskan lewat di jalan tersebut. Seperti penjelasan yang tertera dalam kitab Hawasi As syarwani wal ibadi juz 2 hal. 159 حواشي الشرواني والعبادي ) ج 2 / ص 159 والصحيح تحريم المرور الخ) قال سم: ويلحق بالمرور جلوسه بين يديه ومده رجليه واضطجاعه انتهى ومثله مد يده ليأخذ من خزانته متاعا لانه يشغله وربما يشوش عليه في صلاته ع ش وقوله : ليأخذ الخ أي ونحوه كالمصافحة لمن في جنب المصلي . قول المتن : (تحريم المرور) أي على المكلف العالم م ر اه سم .وفي البجيرمي عن العزيزي أنه من الكبائر أ...

Setelah sholat melihat najis di pakaian

Alur Cerita Masalah: Sering kali ketika seseorang sedang husyu’ mengerjakan shalat, tanpa dia sadari di bajunya terdapat najis. Namun, dia tidak mengetahuinya, sampai shalatnya selesai. setelah shalat dia baru menyadari, ternyata pada baju yang dia pakai terdapat najis yang menempel. Pertanyaan :  Apakah wajib mengulang sholat ketika ada najis di pakaian?  Jawaban : Wajib bagi musolli untuk mengulangi sholatnya ketika ada najis di pakaian, badan, dan tempat yang digunakan untuk sholat, meskipun najis tersebut baru diketahui ketika selesai sholat.  Penjelasan dan refrensi: تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 6 / ص 353) وَلَوْ صَلَّى بِنَجِسٍ ) لَا يُعْفَى عَنْهُ بِثَوْبِهِ أَوْ بَدَنِهِ أَوْ مَكَانِهِ ( لَمْ يَعْلَمْهُ ) عِنْدَ تَحَرُّمِهَا ثُمَّ بَعْدَ فَرَاغِهَا عَلِمَ وُجُودَهُ فِيهَا ( وَجَبَ ) عَلَيْهِ ( الْقَضَاءُ فِي الْجَدِيدِ ) لِمَا مَرَّ أَنَّ الْخِطَابَ بِالشُّرُوطِ مِنْ بَابِ خِطَابِ الْوَضْعِ فَلَمْ يُؤَثِّرْ فِيهِ الْجَهْلُ كَطَهَارَةِ الْحَدَثِ { وَخَلْعُهُ...

LUPA JUMLAH SHALAT YANG DI TINGGAL

Lupa Shalat Yang Ditinggalkan Alur Cerita Masalah : Joni adalah seorang pekerja berat, mulai dari pagi hari hingga malam hari dia bekerja sampai lalai untuk melakukan shalat maktubah (wajib). Hingga suatu hari Joni sadar dan ingin mengkhodo’ shalatnya, akan tetapi dia lupa, shalat apa saja dan berapa banyak shalat yang dia tinggalkan. Pertanyaan : a. Shalat apa saja dan berapa banyakkah yang harus di khodo’ oleh Joni ? Jawaban : Untuk shalat yang harus dikhodo’ oleh Joni menurut Imam Syafi’i dan Imam Hanbali ialah shalat-shalat yang di yakininnya sekirannya dia merasa bebas dari tanggungan shalat tersebut.  Sedangkan menurut Imam Maliki dan Imam Hanafi yaitu yang harus di khodo’ cukup shalat-shalat yang secara dzonnya (prasangkanya), sudah bebas dari tanggungannya tidak sampai ke taraf yaqin. Sebagaimana dikutip dalam kitab Fiqih Ala Madzhabil Ar-Ba’ah. Penjelasan & Referensi : الفقه على المذاهب الاربعة ( ج 1 \ ص 450 ) المكتبة الشاملة من عليه فوائت لايدرى عددها يجب عليه أن ...

MAKMUM MASBUQ & MAKMUM MUWAFIQ

  Makmum masbuq & Makmum muwafiq Alur Cerita Masalah : Sering kali terjadi dalam suatu jama’ah, ma’mum membaca al-fatihah setelah bacaan al-fatihah imam  selesai (ketika imam baca surat). Oleh sebab itu, terkadang ma’mum tidak sempat untuk menyempurnakan al-fatihahnya dan langsung mengikuti rukuknya imam. Pertanyaan: Apakah tindakan  ma’mum bisa dibenarkan, dengan beralasan al-fatihahnya  makmum tercukupi oleh fatihahnya imam? Jawaban:  Tidak dibenarkan, karena berstatus makmum  muwafiq, dan wajib bagi makmum dalam  praktek diatas, untuk menyempurnakan bacaan fatihahnya, meskipun tertinggal tiga rukun (rukuk, i’tidal dan sujud) dari imam. Penjelasan & Referensi : التقريرات السديدة (218) (مسالة)متى يسقط وجوب الفاتحة؟ لا تسقط وجوب الفاتحة ابدا الا في حالة واحدة وهي حالة المسبوق.والمسبوق هو من ادرك من قيام الامام زمنا لا يسع فيه قراءة الفاتحة Kapan  kewajiban membaca Al-fatihah itu  bias gugur?Membaca Al-fatihah hukumnya wajib  ke...

ORANG JUNUB MEMEGANG HANDPHONE ANDROID YANG ADA APLIKASI AL-QUR'AN

Orang junub memegang handphone android yang ada aplikasi Al-qur'an Alur Cerita Masalah :      Di zaman ini, dimana segala sesuatu serba menggunakan handphone untuk berbagai urusan, dari mulai chatting, nonton youtube dll      Tidak bisa dipungkiri, berbagai macam aplikasi Handphone android mudah ditemukan, sampai yang memudahkan untuk melakukan ibadah sudah tersedia, seperti membaca al-quran Dll, ini dapat memudahkan pengguna aplikasi untuk membacanya,  Pertanyaan :   Bolehkah bagi orang hadasth memegang hanphone  yang terdapat aplikasi al-quran ? Jawaban:  Khilaf : 1. Tidak diperbolehkan, ini menurut pendapat ulama yang berhati-hati dalam menjalani syariat, dan  pendapat ini yang diutamakan. 2. Diperbolehkan. Pendapat ini menurut ulama kontemporer. Catatan :  Ulama Kontemporer atau ulama  muta'ahirin adalah ulama yang masa hidupnya dekat dengan kita. Penjelasan dan refrensi : Difinisi mushaf . نهاية الزين - (ج 1 / ص 32) و...

BAGAIMANA HUKUM MEMBACA TASBIH DI SELAIN WAKTU RUKUK ATAU SUJUD ?

  Alur Cerita Masalah : Sebut saja Andi ( nama samaran ) anak yatim dari kecil, dia merupakan orang yang minim pengetahuan agama. Suatu ketika,dia bermakmum dengan Kiyai Tawakkal, yang terkenal cepat saat mengimami shalat, sehingga membuat Andi saat membaca tasbih dalam ruku’ tidak beraturan jumlahnya karena terburu-buru, kadang sampai membaca tasbih tidak pada tempatnya (saat bangun hendak i’tidal). Pertanyaan: A. Apakah dibenarkan pembacaan tasbih yang dilakukan Andi pada alur cerita diatas ? B. Berapakah batasan kesempurnaan pembacaan tasbih tasbih? Jawaban :   Tidak di benarkan ( makruh ), karna tidak pada tempatnya. الحاوي الكبير (2/ 121) (فَصْلٌ) فَأَمَّا الْقِرَاءَةُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ فَمَكْرُوهٌ لِرِوَايَةِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - كَشَفَ السِّتَارَةَ وَالنَّاسُ صُفُوفٌ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مِنْ مُبَشِّرَاتِ النُّبُّوَةِ إِلَّا الرُّؤْ...

Bagaimana hukum melakukan takbir intiqaal terlebih dahulu sebelum rukun ?

  Alur Cerita Masalah : Sebut saja Mas Yahya, seorang santri yang terkenal akan kepandaiannya dalam bidang ilmu Fiqih dan Nahwu.  Pada saat liburan Maulid, tepatnya saat shalat jum'at di Masjid, Mas Yahya merasa ada yang salah dengan gerakan shalat salah satu jama'ah. Ketika ruku', dia takbir terlebih dahulu kemudian ruku'. Begitu juga saat hendak i'tidal, dia bangun terlebih dahulu dan mengangkat tangan. Kemudian disela-sela tangan yang diturunkan, dia mengucap  سمع الله Pertanyaan : Apakah dibenarkan praktek shalat diatas?  Jawaban : Khilaf.  Menurut Qoul Jadid tidak dibenarkan (tidak mendapat kesunnahan), karena tidak sesuai dengan tatacara takbir ketika hendak ruku'. Praktik yang benar adalah takbir dimulai awal saat posisi masih dalam keadaan berdiri dan memanjangkannya sampai batasan ruku'.  Sedangkan menurut Qoul Qodim praktik diatas dibenarkan dengan tetap mendapatkan kesunnahan. Pendapat ini menegaskan bahwa pengucapan takbir tidak harus dipanjangk...

DILEMA ANAK ZINA

Dilema anak zina dalam pandangan agama dan negara Alur Cerita Masalah : Nia adalah anak yang sangat cerdas dan cantik dengan kelebihan yang dimilikinya semua kekurangan yang dia mililki tertutup rapat. Ketika nia beranjak dewasa, dia harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya adalah anak yang lahir dari hubungan yang gelap (zina). Namun nia mengalami kebingungan terkait masalah nasab dan warisannya dalam pandangan agama dan negara.  Pertanyaan :  Bagaimanakah status nasabnya nia ?  Jawaban :  Status nasabnya mengikut pada ibunya.  Bisa bernasab pada si suami sang ibu /ayah biologisnya, asal saat menikah si ibu di jima’ dan kelahirannya tidak kurang dari 6 bulan dan tidak lebih dari 4 tahun. Sedangkan anak yang hasil dari zina dengan laki-laki gila, maka masih bernasab pada ayahnya yg menzinai karena termasuk wathi’ syubhat.  Refrensi :  (بغية المسترشدين ص:234)  (مسئلة) ملخصة مع زيادة من الإكسير العزيز الشريف محمد بن أحمد عنقاء في حديث الولد لل...