Skip to main content

LUPA JUMLAH SHALAT YANG DI TINGGAL


Lupa Shalat Yang Ditinggalkan


Alur Cerita Masalah :

Joni adalah seorang pekerja berat, mulai dari pagi hari hingga malam hari dia bekerja sampai lalai untuk melakukan shalat maktubah (wajib). Hingga suatu hari Joni sadar dan ingin mengkhodo’ shalatnya, akan tetapi dia lupa, shalat apa saja dan berapa banyak shalat yang dia tinggalkan.

Pertanyaan:

a. Shalat apa saja dan berapa banyakkah yang harus di khodo’ oleh Joni ?

Jawaban:

Untuk shalat yang harus dikhodo’ oleh Joni menurut Imam Syafi’i dan Imam Hanbali ialah shalat-shalat yang di yakininnya sekirannya dia merasa bebas dari tanggungan shalat tersebut. 

Sedangkan menurut Imam Maliki dan Imam Hanafi yaitu yang harus di khodo’ cukup shalat-shalat yang secara dzonnya (prasangkanya), sudah bebas dari tanggungannya tidak sampai ke taraf yaqin. Sebagaimana dikutip dalam kitab Fiqih Ala Madzhabil Ar-Ba’ah.


Penjelasan & Referensi :


الفقه على المذاهب الاربعة ( ج 1 \ ص 450 ) المكتبة الشاملة

من عليه فوائت لايدرى عددها يجب عليه أن يقضى حتى يتيقن براءة ذمته عند الشافعية والحنابلة وقال المالكية والحنفية : يكفى أن يغلب على ظنه براءة دمته.

Barang siapa yang meninggalkan shalat (fardu) yang mana bilangannya tidak diketahui. maka, seseorang itu wajib mengkhodo’nya sehingga dia yaqin bebas dari tanggunngannya menurut Imam Syafi’i dan Imam Hanbali. Sedangkan Imam Maliki dan Imam Hanafi berkata seseorang itu cukup dengan prasangkannya bebas dari tanggungannya. Dan ibaroh diatas diperkuat dalam kitab Asybah Wannadzoir, berikut ;

الأشباه والنظائر  (ص 42 ) الحرمين

 الأصل في الشك عدم الفعل من شك هل فعل شيئا أولا ؟ فالأصل أنه لم يفعله – الى ان قال - و منها رجل فاتته صلاة يومين فصلى عشر صلوات ثم علم ترك سجدة لا يدري من أيها. أفتى القاضي حسين بأنه يلزمه إعادة صلوات يوم و ليلة و هو قياس قوله فيمن ترك صلوات لا يدري عددها : أنه يجب القضاء إلى أن يتيقن إتيانه بالمتروك .


      Salah satu qowaidul fiqih adalah Hukum asal dalam syak (keraguan) adalah tidak mengerjakan, oleh sebab itu, barang siapa yang syak (ragu) apakah mengerjakan sesuatu atau tidak ? maka hukum asalnya tidak mengerjakan. 

      Dan merupakan cabangan dari qoidah tersebut adalah seseorang yang tidak mengerjakan shalat fardu selama dua hari, maka dia shalat sepuluh shalatan, kemudian orang itu mengetahui meninggalkan sujud dalam shalatnya akan tetapi dia tidak tau, sujud pada shalat apa yang dia tinggalkan.Imam Qhodil Husain mengatakan orang tersebut wajib mengulangi shalatnya selama satu hari satu malam (lima waktu) . 

Dalam hal ini diqiyaskan (disamakan) dengan kasus seseorang yang meninggalkan shalat yang mana tidak diketahui bilangannya maka orang tersebut wajib mengkhodo’nya sampai dia yaqin dengan sesuatu yang dia tinggalkan.

 

Comments

Popular posts from this blog

MENGUMPULKAN NIAT PUASA RAMADAN PADA MALAM PERTAMA

 MENGUMPULKAN NIAT PUASA RAMADAN PADA MALAM PERTAMA Pertanyaan: Bagaimana hukum mengumpulkan niat puasa Ramadan sebulan penuh pada malam pertama?  JAWABAN: Hukum niat puasa sebulan penuh pada malam pertama bulan ramadan adalah sunnah. Sedangkan hukum niat puasa setelah hari pertama, ulama berbeda pendapat: 1. Menurut madzhab syafi'iyah niat puasa untuk sebulan penuh hanya cukup untuk puasa satu hari, sehingga setiap puasa pada bulan Ramadan wajib diniati. 2. Sedangkan menurut imam Malik niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh sudah mencukupi, sehingga untuk hari-hari berikutnya tidak wajib niat kembali. Seperti penjelasan yang terdapat dalam kitab attaqrirat assadidah halaman 440. Referensi :  التقريرات السديدة في مسائل المفيدة ص : 440 وتجب النية لكل يوم لأن كل يوم عبادة مستقلة ولا تكفي نية واحدة لكل الشهر على المعتمد ولكن تسن, وفيها فائدتان : الأولى صحة صوم يوم نسي تبييت النية فيه على مذهب الإمام مالك, والثانية أخذه الأجر كاملا لو مات قبل تمام الشهرا عتبارا بنيته. ...

Santri itu Mahkluk Apa ?

  SANTRI ITU MAKHLUK APA ? E-book   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata santri mengandung dua makna, arti pertama adalah orang yang mendalami agama islam, dan yang ke-dua orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang saleh. Istilah santri selama ini digunakan untuk menyebut kaum atau orang-orang yang sedang atau pernah memperdalam ajaran agama islam di Pondok Pesantren. Kata “Pesantren” inilah oleh sebagian kalangan diyakini sebagai asal-usul terciptanya istilah santri. Mendengar kata santri sudah pasti tidak asing lagi ditelinga kita, bahwasanya santri itu adalah orang yang berpeci, bersarung dan berbaju koko. Tidak hanya itu sering kali orang berspekulasi bahwa santri itu rajin ibadah, mengaji dll. Padahal sesuai dengan kenyataan yang ada tidak semua santri seperti itu. Apalagi pada zaman sekarang ini yang bisa juga disebut Zaman Android. Mulai bangun tidur sampai bangun lagi pasti tidak lepas dengan yang namanya handphone, mau ini lihat handphone,...

PUISI

Jeritan Haluan Kiri Oleh : Sholahul Amal SEANDAINYA ,,, Fanatik setingkat buta Kata pembodohan terdengar di mana-mana Mengkritik dinilai kekirian  Patuh konstitusi disebut sayap kanan Di era baru... Apa mau mu ?!!!!! Padahal komunis sudah hidup sengsara Ideologi nya hilang entah kemana Negara sudah tidak mungkin di tata secara fasis Warga tidak lagi diperlakukan dengan bengis Ide-ide bebas sekian lama tidak disuarakan  Gerakan reformasi terbungkam ketakutan Tapi mengapa fitnah komunis masih berkoar ??? Suka menuduh komunis pada lawan yang tidak sepemikiran Menilai sama antara komunis dan atheis Mengaku agamis,,,kelakuannya menduakan tuhan Dasar !!! wajah agamis bernafaskan atheis.* Persimpangan kiri jalan, 18 september 2021 Sang Cipta Benih Oleh: Mula Ragil Apa kabar kau dengan tunasmu Sudah besar berkembang Atau mulai goyah  Tertawan udara kepung wilayah ................ Kuatlah kau akar Kokohlah sang dahan Jangkaulah sorga kau ranting Tebarlah harap indah kau daun Moga ...