Pada akhirnya setiap 17 Agustus, rakyat Indonesia mengadakan perayaan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang bertujuan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaaan, mempererat persatuan bangsa, mengenang jasa para pahlawan dan sebagai bentuk cinta tanah air. Perayaan semacam ini tentu tdak dilarang oleh agama, selama dalam pelaksanaannya tidak dengan cara-cara yang dilarang agama. Demi menghindari kesalah pahaman, perlu dipahami terlebih dahulu pengertian kata nasionalisme.
Nasionalisme berasal dari kata nation yang berarti bangsa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bangsa mempunyai beberapa arti :
Kesatuan orang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarahnya serta berperintahan sendiri.
Golongan manusia, binatang atau tumbuh-tumbuhan yang mempunyai asal-usul yang sama dan sifat khas yang sama atau bersamaan.
Kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam artian umum, dan biasanya menempati wilayah tertentu dimuka bumi. (Lukman Ali. Dkk., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1994 Hal. 98)
Istilah nasionalisme yang telah diserap kedalam bahasa indonesia memiliki dua pengertian :
Paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.
Kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan bangsa.
Disini perlu kiranya kita ketengahkan pemikiran ulama dalam memaknai nasionalisme, agar tidak salah dalam mengaplikasikannya.
Ahli tafsir kontemporer Syekh Muhammad Mahmud Al-Hijazi pada QS. At-Taubah ayat 122
ูู ุง ูุงู ุงูู ุคู ููู ููููุฑูุง ูุงูุฉ ููููุง ููุฑ ู ู ูู ูุฑูุฉ ู ููู ุทุงุฆูุฉ ููุชููููุง ูู ุงูุฏูู ููููุฐุฑูุง ููู ูู ุฅุฐุง ุฑุฌุนูุง ุฅูููู ูุนููู ูุญุฐุฑูู
Artinya : “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu pergi (ke medan perang)Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya. ”(QS. At-Taubah : 122). Setelah menjelaskan ayat diatas dalam kitab Tafsir Al-Wadlih-nya, beliau melanjutkan :
ูุชุดูุฑ ุงูุฃูุฉ ุฅูู ุฃู ุชุนูู ุงูุนูู ุฃู ุฑ ูุงุฌุจ ุนูู ุงูุฃู ุฉ ุฌู ูุนุง ูุฌูุจุง ูุง ููู ุนู ูุฌูุจ ุงูุฌูุงุฏ ูุงูุฏูุงุน ุนู ุงููุทู ูุงุฌุจ ู ูุฏุณ, ูุฅู ุงููุทู ูุญุชุงุฌ ุฅูู ู ู ููุงุถู ุนูู ุจุงูุณูู ูุฅูู ู ู ููุงุถู ุนูู ุจุงูุญุฌุฉ ูุงูุจุฑูุงู, ุจู ุฅู ุชูููุฉ ุงูุฑูุญ ุงูู ุนูููุฉ ูุนุฑุณ ุงููุทููุฉ ูุญุจ ุงูุชุถุญูุฉ ูุฎูู ุฌูู ูุฑู ุฃู ุญุจ ุงููุทู ู ู ุงูุฅูู ุงู ูุฃู ุงูุฏูุงุน ุนูู ูุงุฌุจ ู ูุฏุณ. ูุฐุง ุฃุณุงุณ ุจูุงุก ุงูุฃู ุฉ ูุฏุนุงู ุฉ ุงุณุชููุงููุง.
Artinya : “ayat tersebut mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seluruh umat, kewajiban yang tidak kalah penting dari kewajiban jihad, dan mempertahankan tanah air juga merupakan kewajiban yang suci. Karena tanah air membutuhkan orang yang berjuang dengan pedang (senjata) dan juga orang yang berjuang dengan argumentasi dan dalil. Bahkan memperkokoh moralitas jiwa, menanamkan nasionalisme, suka berkorban, mencetak generasi yang berwawasan “cinta tanah air sebagian dari iman” dan mempertahankan tanah air adalah kewajiban yang suci. Inilah pondasi bangunan umat dan pilar kemerdekaan mereka.” (Muhammad Mahmud Al-Hijazi, Tafsir Al-Wadlih, Beirut, Dar Al-Jil, Al-Jadid, 1413 H, Juz 2, Hal. 30)
Syekh Muhammad Syakir salah satu ulama Aleksandria, Mesir dalam kitab Washaya Al-Abaa’ Lil Abnaa’ mengatakan :
ูุงุชู ุงููู ูู ุจูุฏู ูุง ุชุฎูู ููุง ุชุณูุท ุนููู ุนุฏูุง
Artinya : “(Wahai anakku) bertakwalah kepada Allah dalam bernegara, jangan engkau khianati negaramu dan jangan engkau pasrahkan urusan negaramu pada musuh.” (Muhammad Syakir, Washaya Al-Abaa’ Lil Abnaa’, Toko Kitab Imam Surabaya, Hal. 8)
Bisa ditarik kesimpulan, bahwa untuk menuju Indonesia bermartabat yang disegani dimata dunia. Maka setiap warga negara harus mempunyai dan menanamkan rasa serta jiwa nasionalisme kepada bangsanya. Hal ini lebih ditekankan kepada generasi muda, karena dipundak merekalah masa depan Indonesia dipertaruhkan.
Beberapa sikap atau perilaku nasionalisme yang perlu dimiliki setiap warga negara ialah mematuhi hukum negara, melestarikan budaya dan melakukan aksi nyata membela negara baik dengan senjata atau profesi yang digeluti. Sebagai pemungkas, sahabat umar RA. pernah berkata :
ูููุง ุญุจ ุงููุทู ูุฎุฑุจ ุจูุฏ ุงูุณูุก ูุจุญุจ ุงูุฃูุทุงู ุนู ุฑุช ุงูุจูุฏุงู
Artinya : “Andai bukan karena cinta tanah air, niscaya akan rusak negeri yang buruk, maka sebab cinta tanah air-lah negeri-negeri termakmurkan.” (Ismail Haqqi Al-Hanafi, Ruh Al-Bayan, Dar Al-Fikr, Juz 6, Hal. 442).
Penulis. : Miftahul Ulum
Pewarta : Ahmad Fauzi
Badrus Sholeh
Editor. : Bilal
Layouter : Abdil Arif
Joss ๐๐๐
ReplyDeleteMantaaappp
ReplyDeletesiiiip.!!!putra gili.
ReplyDeleteSiiip lanjutken!
ReplyDeleteZahanain Jaya ๐
ReplyDeleteZahanain Misteri๐
Selalu di tuรฑggu update nya
ReplyDelete