Skip to main content

MENGUMPULKAN NIAT PUASA RAMADAN PADA MALAM PERTAMA

 MENGUMPULKAN NIAT PUASA RAMADAN PADA MALAM PERTAMA

Pertanyaan:

Bagaimana hukum mengumpulkan niat puasa Ramadan sebulan penuh pada malam pertama? 

JAWABAN:

Hukum niat puasa sebulan penuh pada malam pertama bulan ramadan adalah sunnah. Sedangkan hukum niat puasa setelah hari pertama, ulama berbeda pendapat:

1. Menurut madzhab syafi'iyah niat puasa untuk sebulan penuh hanya cukup untuk puasa satu hari, sehingga setiap puasa pada bulan Ramadan wajib diniati.

2. Sedangkan menurut imam Malik niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh sudah mencukupi, sehingga untuk hari-hari berikutnya tidak wajib niat kembali. Seperti penjelasan yang terdapat dalam kitab attaqrirat assadidah halaman 440.

Referensi :

التقريرات السديدة في مسائل المفيدة ص : 440

وتجب النية لكل يوم لأن كل يوم عبادة مستقلة ولا تكفي نية واحدة لكل الشهر على المعتمد ولكن تسن, وفيها فائدتان : الأولى صحة صوم يوم نسي تبييت النية فيه على مذهب الإمام مالك, والثانية أخذه الأجر كاملا لو مات قبل تمام الشهرا عتبارا بنيته.  

Penjelasan referensi : 

Wajib melakukan niat puasa setiap hari karena puasa termasuk ibadah mustaqillah  (sebagiannya tidak berkaitan dengan yang lain). Dan tidak cukup niat satu kali untuk puasa satu bulan. Sedangkan mengumpulkan niat sebulan penuh pada malam pertama hukumnya sunnah menurut qaul mu’tamad. Adapun faidah dari mengumpulkan niat pada malam pertama yaitu : 

1. Menjaga keabsahan puasa yang lupa diniati, menurut imam malik. 

2. Agar mendapat pahala yang sempurna jika meninggal sebelum berakhirnya bulan ramadan.  

NB: Bagi mereka yang bermadzhab Syafi’i dan sudah mengumpulkan niat puasa satu bulan penuh di malam pertama, maka boleh baginya taqlid (mengikuti) pada pendapat imam Malik, jika suatu saat lupa membaca niat. Seperti yang dijelaskan dalam kitab Tawassih ala ibni Qasim. Hal. 111

: Referensi


توشيح على ابن قاسم صحيفة ١١١

ويسن فى أولى الشهر أن ينوي صوم جميعه وذلك يغنى عن تجديدها فى كل ليلة عند الامام مالك فيسن ذلك عندنا لأنه ربما نسي التبييت فى بعض الليالى فيقلد الامام مالكا

Disunnahkan pada malam pertama bulan Ramadan niat puasa untuk satu bulan penuh. Niat tersebut menurut imam Malik sudah mencukupi untuk hari-hari setelahnya.

Menurut madzhab Syafi'i Disunnahkannya berniat satu bulan penuh  pada malam pertama bulan Ramadan, karena jika suatu saat kita lupa membaca niat, maka kita boleh taqlid (mengikuti) pendapat imam Malik

Comments

Popular posts from this blog

Santri itu Mahkluk Apa ?

  SANTRI ITU MAKHLUK APA ? E-book   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata santri mengandung dua makna, arti pertama adalah orang yang mendalami agama islam, dan yang ke-dua orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang saleh. Istilah santri selama ini digunakan untuk menyebut kaum atau orang-orang yang sedang atau pernah memperdalam ajaran agama islam di Pondok Pesantren. Kata “Pesantren” inilah oleh sebagian kalangan diyakini sebagai asal-usul terciptanya istilah santri. Mendengar kata santri sudah pasti tidak asing lagi ditelinga kita, bahwasanya santri itu adalah orang yang berpeci, bersarung dan berbaju koko. Tidak hanya itu sering kali orang berspekulasi bahwa santri itu rajin ibadah, mengaji dll. Padahal sesuai dengan kenyataan yang ada tidak semua santri seperti itu. Apalagi pada zaman sekarang ini yang bisa juga disebut Zaman Android. Mulai bangun tidur sampai bangun lagi pasti tidak lepas dengan yang namanya handphone, mau ini lihat handphone,...

THE OTHER SIDE OF ALFIYAH

                Sudah tidak asing lagi bagi kalangan santri dengan yang namanya Alfiyah , sebuah nadzhom yang mengandung 1002 bait serta mengulas lengkap masalah ilmu nahwu dan shorrof, bahkan nadhzom tersebut menjadi kajian wajib di sebagian Pondok Pesantren, termasuk Pondok tercinta Kita ini. Telah kita ketahui di pondok ini, Alfiyah adalah salah satu nadhzom yang wajib di hafalkan, tentunya pasti butuh energi super untuk menghafalnya. Kali ini kami akan menyinggung sedikit keunggulan ilmu nahwu dari ilmu yang lain, dikisahkan dalam kitab Tausyeh Ala Ibni Qasim : وهذه المسألة هي التي سأل عنها أبو يوسف صاحب أبي حنيفة الكسائي إمام أهل الكوفة حين ادعى أن من تبحر في علم اهتدى به إلى سائر العلوم، فقال له أبو يوسف: أنت إمام في النحو والأدب، فهل تهتدي إلى الفقه؟ فقال: سل ما شئت. فقال: لو سجد سجود السهو ثلاثا هل يسجد ثانيا؟ قال: لا، لأن المصغر لا يصغر. ومعنى كونه لايصغر أنه لايزاد سجدتان ثانيا كما ان عميرا تصغير عم...

Jamaah, oh jamaah

       Di kalangan nahdliyin tidak asing lagi dengan kata jamaah, terutama di kalangan para santri. Di setiap sudut Pondok Pesantren,  jamaah sudah menjadi kegiatan sehari-hari bagi Kang Santri terutama dalam sholat. Jamaah menjadi wasilah penggalangan pahala dan juga sebagai sarana agar santri selalu bekerja sama dan kompak dalam mengerjakan hal-hal lain sebagai wujud pengejawantahan jamaah dalam sholat. Walaupun ada sebagian kalangan yang menganggap jamaah sebagai hal yang remeh, entah karena mereka masih berfikir banyak hal penting yang mampu mengalahkan keutamaan berjamaah. Namun kami dalam ulasan kali ini bukan  membahas hal yang demikian. Disini kami hendak membahas perihal problematika mengenai  jamaah yang terjadi di kalangan para santri.       Jamaah yang terjalin antara makmum dan imam, menuntut seorang makmum untuk mengikuti sholat sang imam. Namun, terkadang muncul suatu masalah dimana Kang Santri merasa tidak nyaman ket...