Skip to main content

KOMPLEKSITAS DAGING BABI

 


Sebagian orang sering melakukan travelling menuju tempat-tempat wisata dan mencicipi kuliner khas  tempat tersebut. Namun tak jarang dari mereka langsung mencicipi kuliner yang disajikan terlebih dahulu, lalu mencari tahu komposisi dari makanan tersebut. Sehingga terkadang, mereka merasa menyesal setelah mengetahui makanan yang mereka makan merupakan dagimg babi. Lalu mereka merasa kebingungan harus mengambil tindakan apa. Karena telah terlanjur memakannya.

Mengenai uraian diatas, perlu diketahui bahwa mengkomsumsi babi diharomkan oleh syaria’t. Dan babi merupakan hewan yang termasuk najis mugalladzoh. Sehingga kulit yang menyentuh/disentuh babi harus disucikan dengan cara melakukan tasbi’ dan tatrib(membasuh sebanyak 7x, menggunakan air dan salah satu dari air tersebut dicampur dengan debu yang suci).

Mengenai orang yang terlanjur mengkomsumsi daging babi, Ulama’ Syafi’iyyah dalam kitab Syarqowi dan Bugiyah Al Mustarsyidin menjelaskan bahwa, hal tersebut masih diperinci:

1. Ketika orang yang memakan daging babi memuntahkannya  dalam keadaan utuh , maka mulutnya harus disucikan dengan tasbi’ dan tatrib.  Jika muntahannya tidak utuh, maka cukup hanya dengan satu kali basuhan, dengan syarat orang itu telah mensucikan mulutnya dengan cara tasbi’ dan tatrib, saat setelah makan daging itu(babi).

2. Ketika daging itu dikeluarkan dari duburnya(bokong), dalam keadaan masih utuh, maka tidak diharuskan untuk melakukan hal itu(tasbi’ dan tatrib).

3.  Apabila  yang dimakan dari babi termasuk sesuatu yang tidak bisa  berubah, seperti tulang atau rambut, maka harus disucikan dengan melakukan hal tersebut, meskipun ketika keluar dalam keadaan hancur.

Refrensi:

بغية المسترشدين ص :22

ومن القيئ ما عاد حالا ولو من مغلظ فلا يجب تسبيع الفم منه كالدبر نعم اعتمد ع ش عدم وجوب التسبيع من خروج ما من شأنه الإستحالة وإن لم يستحل كاللحم الا إن خرج من الفم كذلك و وجوبه مما شأنه عدمها وإن استحال.

 

حاشية الشرقاوي ج:1 ص: 248

وما يخرج من معدة كقيئ ولو بلا تغير كالروث نعم ان كان الخارج حبا متصلبا فمتنجس لا نجس

قوله:(كقيئ) هو الراجع بعد الوصول الى المعدة ولوماء وان عاد حالا بعد وصوله لما ذكر تقايأ لحم نحو كلب غير مستحيل وجب عليه تسبيع فمه منه مع التتريب فإن استحال لم يجب ما ذكر اذا خرج منه بعد غسل فمه وتتريبه من الأكل وإلا وجبا فإن خرج من دبره كفاه الإستسجاء من فضلته ولو بالحجر وإن خرج غير مستحيل لأن شأنه ذلك وخرج باللحم العظم فيجب التسبيع بخروجه من الدبر ولو على غير صورته وكذا من الفم ومثل العظم الشعر لأن شأنه عدم الإستحالة ومثل اللحم العظم الرقيق الذي يؤكل معه عادة لأن شأنه الإستحالة.

 

Perumus: Ustdz.Jinani Firdausiyah & Ustdz.Halimatus Sa’diyah

Editor: Ustdz.Nafroh Nilam M.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Santri itu Mahkluk Apa ?

  SANTRI ITU MAKHLUK APA ? E-book   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata santri mengandung dua makna, arti pertama adalah orang yang mendalami agama islam, dan yang ke-dua orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang saleh. Istilah santri selama ini digunakan untuk menyebut kaum atau orang-orang yang sedang atau pernah memperdalam ajaran agama islam di Pondok Pesantren. Kata “Pesantren” inilah oleh sebagian kalangan diyakini sebagai asal-usul terciptanya istilah santri. Mendengar kata santri sudah pasti tidak asing lagi ditelinga kita, bahwasanya santri itu adalah orang yang berpeci, bersarung dan berbaju koko. Tidak hanya itu sering kali orang berspekulasi bahwa santri itu rajin ibadah, mengaji dll. Padahal sesuai dengan kenyataan yang ada tidak semua santri seperti itu. Apalagi pada zaman sekarang ini yang bisa juga disebut Zaman Android. Mulai bangun tidur sampai bangun lagi pasti tidak lepas dengan yang namanya handphone, mau ini lihat handphone,...

PUISI

Jeritan Haluan Kiri Oleh : Sholahul Amal SEANDAINYA ,,, Fanatik setingkat buta Kata pembodohan terdengar di mana-mana Mengkritik dinilai kekirian  Patuh konstitusi disebut sayap kanan Di era baru... Apa mau mu ?!!!!! Padahal komunis sudah hidup sengsara Ideologi nya hilang entah kemana Negara sudah tidak mungkin di tata secara fasis Warga tidak lagi diperlakukan dengan bengis Ide-ide bebas sekian lama tidak disuarakan  Gerakan reformasi terbungkam ketakutan Tapi mengapa fitnah komunis masih berkoar ??? Suka menuduh komunis pada lawan yang tidak sepemikiran Menilai sama antara komunis dan atheis Mengaku agamis,,,kelakuannya menduakan tuhan Dasar !!! wajah agamis bernafaskan atheis.* Persimpangan kiri jalan, 18 september 2021 Sang Cipta Benih Oleh: Mula Ragil Apa kabar kau dengan tunasmu Sudah besar berkembang Atau mulai goyah  Tertawan udara kepung wilayah ................ Kuatlah kau akar Kokohlah sang dahan Jangkaulah sorga kau ranting Tebarlah harap indah kau daun Moga ...

THE OTHER SIDE OF ALFIYAH

                Sudah tidak asing lagi bagi kalangan santri dengan yang namanya Alfiyah , sebuah nadzhom yang mengandung 1002 bait serta mengulas lengkap masalah ilmu nahwu dan shorrof, bahkan nadhzom tersebut menjadi kajian wajib di sebagian Pondok Pesantren, termasuk Pondok tercinta Kita ini. Telah kita ketahui di pondok ini, Alfiyah adalah salah satu nadhzom yang wajib di hafalkan, tentunya pasti butuh energi super untuk menghafalnya. Kali ini kami akan menyinggung sedikit keunggulan ilmu nahwu dari ilmu yang lain, dikisahkan dalam kitab Tausyeh Ala Ibni Qasim : وهذه المسألة هي التي سأل عنها أبو يوسف صاحب أبي حنيفة الكسائي إمام أهل الكوفة حين ادعى أن من تبحر في علم اهتدى به إلى سائر العلوم، فقال له أبو يوسف: أنت إمام في النحو والأدب، فهل تهتدي إلى الفقه؟ فقال: سل ما شئت. فقال: لو سجد سجود السهو ثلاثا هل يسجد ثانيا؟ قال: لا، لأن المصغر لا يصغر. ومعنى كونه لايصغر أنه لايزاد سجدتان ثانيا كما ان عميرا تصغير عم...