Skip to main content

PUISI

 



SANG MAHA GURU
Karya : Robie Emha
___________________________

Saat takdir membawa kami ke taman surga Zainul Hasanain genggong
Kami mengenal sosok maha guru yang begitu istimewa

Kiai...
Kiai Moh.Hasan Abdil Bar 
Engkau sang maha guru

Dengan pancaran ilmu di setiap gerak kehidupan
Engkau isi relung hati dengan cinta dan kedaamaian

Semerbak petuahmu berisikan nasehat, dan bimbingan
Bagai pelangi yang selalu memberi keindahan

Kiai...
Engkau telah mengajari kami tentang membimbing tanpa menggiring
Menasehati tanpa mencaci
Mengasihi tanpa mengharap balas kasih

Engkau benar-benar tauladan
Dalam samudra kehidupan

Kiai...
Rintihan malammu 
Menyentuh getaaran kalbu
Menjadi bukti pengorbananmu

Kiai...
Kami menangis saat menatap wajahmu yang nampak lelah
Namun engkau tetap membimbing kami dengan istiqomah

Kiai...
Kami menangis saat engkau sakit tak tertahan
Tapi engkau tetap menebarkan senyuman

...

Hari itu,,
Ahad 30 agustus 2020
Menjelang magrib

Saat gemuruh sayup lirik nadhom berkumandang
Hati kami bergetar mendengar kabar engkau telah pergi untuk selamanya

Kami tak berdaya,,
Benar-benar tak berdaya

Ingin kami berteriak keras menyebut namamu, kiai...
Lidah ini kelu tak bersuara..

........

Sejenak kami membisu
Mengingat kenangan bersamamu, kiai...
Terbayang wajah syahdumu, kiai.
Terngiang senyuman indahmu, kiai.
Terlintas dalam angan khas suaramu, kiai

Pecah, tangis tak terbendung
Menatap jasad mulia kiai perlahan menjauh
Menuju tempat peristirahatan terahir

Peristirahatan yang agung nan mulia
Berjumpa dengan sang maha mulia
Allah subhanahu WA ta’ala

..........

Tak ada lagi suara khas kiai
Qum ,, qum ,, qum
Kala menjelang jama’ah shubuh

Tak akan pernah terlihat lagi tawa kiai
Saat minggu pagi

Aku menyesal,,
Selama ini membuat kiai kecewa,,
Kecewa dengan buruknya tingkahku

Aku menyesal,,
Selama ini selalu membuat kiai marah 
Marah karena aku tak menjaga amanah

YA Allah...
Kekasihmu telah tiada 
Tapi,,akan selalu ada dalam sanubari
Selamanya...

Rasanya baru kemarin,
Kiai pergi meninggalkan kita semua
Namun, apakah kiai benar-benar meninggalakan kita?
Bukankah ajaran, wejangan, dan arahannya kan tetap dan terus mengada bersama, menjaga kita ?

Ya allah ...
Masukkan aku dalam barisan santri kiai Moh. Hasan Abdil Bar.

Robbana...
Robbana infa’na bibarokatihi wahdinal husna bihurmati WA
Amitna fithoriqotihi wamuafatin minal fitani




Genggong, 13 Maret 2021


Comments