Skip to main content

DON'T WORRY, REZEKI PARA PENUNTUT ILMU DI TANGGUNG ALLAH SWT


JANGAN RAGU, REZEKI PARA PENCARI ILMU DI TANGGUNG ALLAH SWT.
Oleh : Abdil Arif


Tidak sedikit dari kalangan kita yang masih meragukan bahkan phobia terhadap biaya pendidikan. Hingga gagal menyekolahkan dan memondokkan anak, dengan dalih tidak memiliki biaya, biaya pas-pasan atau apalah yang di sulap menjadi alasan. Ilustrasi ini menggambarkan minimnya keimanan kita.

Mari kita simak firman Allah SWT dalam Al -Qur'an Surat Hud ayat 6 berikut :

وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya :
"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
(QS. Hud 11: Ayat 6)

Jika kita mau memperhatikan, bagaimana indahnya Allah Swt. dalam mengatur rezeki setiap makhluk, termasuk rezeki pencari ilmu, niscaya sanubari kita akan dipenuhi dengan rasa syukur dan pengharapan yang besar kepada Allah Swt. Sayangnya, terkadang kita ikut campur dalam mengatur rezeki dan seolah-olah menghakimi Tuhan atas kehendak-Nya.

Padahal, jika kita logikakan, seperti ini, kita percaya ucapan orang, bahkan kita mudah percaya omongan orang yang membenci kepada kita, hingga mengakibatkan pertikaian. Lantas, kenapa kita sulit mempercayai, meyakini, dan mengimani firman Allah SWT, hadist Nabi, Kalam Ulama, dan para pakar agama ?

Dari itu, bagi para orang tua yang ragu bahkan takut memondokkan anak ke pesantren, tidak perlu khawatir dan ragu, karena sebagaimana firman Allah SWT diatas, Allah sudah menakar Rezeki semua mahluk ciptaannya di bumi, tugas kita sebagai mahluk hanya ibadah, membumikan ikhtiar dan melangitkan do'a, selebihnya Allah SWT yang mengatur semua.

Jangankan orang yang menuntut ilmu, orang yang tidak beriman, hewan, dan mahluk tuhan yang bernyawa lainnya Allah SWT. menanggung rezekinya. Sebagai mana pendapat imam az-zajjaj dalam tafsi Ar-Razi

قَالَ الزَّجَّاجُ: الدَّابَّةُ اسْمٌ لِكُلِّ حَيَوَانٍ، لِأَنَّ الدَّابَّةَ اسْمٌ مَأْخُوذٌ مِنَ الدَّبِيبِ، وَبُنِيَتْ هَذِهِ اللَّفْظَةُ عَلَى هَاءِ التَّأْنِيثِ، وَأُطْلِقَ عَلَى كُلِّ حَيَوَانٍ ذِي رُوحٍ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى، إِلَّا أَنَّهُ بِحَسَبِ عُرْفِ الْعَرَبِ اخْتُصَّ بِالْفَرَسِ، وَالْمُرَادُ بِهَذَا اللَّفْظِ فِي هَذِهِ الْآيَةِ الْمَوْضُوعُ الْأَصْلِيُّ اللُّغَوِيُّ فَيَدْخُلُ فِيهِ جَمِيعُ الْحَيَوَانَاتِ، وَهَذَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ بَيْنَ الْمُفَسِّرِينَ، وَلَا شَكَّ أَنَّ أَقْسَامَ الْحَيَوَانَاتِ/ وَأَنْوَاعَهَا كَثِيرَةٌ، وَهِيَ الْأَجْنَاسُ الَّتِي تَكُونُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَالْجِبَالِ

(الرازي، فخر الدين، تفسير الرازي =
مفاتيح الغيب أو التفسير الكبير، ٣١٨/١٧)


Artinya :
Imam az-zujjaj berkata : ad-dabbah merupakan sebuah nama setiap bagi hayawan ( mahluk hidup ),  karena ad-dabbah sebuah nama yang diambil dari kata ad-dabiib (mahluk melata), dan lafadz ad-dabbah terbentuk dari ha‘ takniis, dan di mutlakkan untuk hayawan yang memiliki ruh baik laki-laki maupun wanita, hanya saja menurut orang Arab kata Ad-dabbah memiliki arti yang khusus untuk kuda, dan yang dikehendaki lafadz ad-dabbah dalam ayat ini adalah kata ad-dabbah secara original lenguage (asal bahasa), maka lafadz ad-dabbah memasukkan semua hayawan, dan hal ini telah di sepakati oleh para mufassir, dari itu tidak di ragukan lagi banyaknya macam-macam hayawan, yaitu mencakup spesies (jenis) mahluk yang berada di laut, darat, dan gunung.

Jelas, bahwa pada Surat Hud ayat 6 di atas, Allah telah menanggung rezeki pada mahluk yang bernama dabbah, dan pada lafad dabbah دابة ditafsiri bahwa di mutlakkan atas setiap hayawan, dan para ulama mufassirin telah sepakat dengan hal ini, jadi, tak perlu diragukan lagi, bahwa kata ad-dabbah itu mencakup spesies ( jenis ) mahluk yang berada di laut, darat, dan gunung, tanpa pilih yang ber-iman maupun yang tidak ber-iman, yang tidak mencari ilmu maupun yang mencari ilmu, Allah yang menanggung rezekinya.

Banyak kemuliaan yang Allah Swt. berikan kepada para pencari ilmu. Allah Swt. memuliakan hamba-Nya yang menyibukkan dirinya dalam ilmu, dikarenakan hanya dengan ilmulah seorang hamba mengenal Tuhannya. Bahkan Allah berjanji menjamin rezeki para pencari ilmu. Di dalam Alquran dan Hadis Nabi Muhammad Saw. banyak yang menjelaskan keutamaan-keutamaan para pencari ilmu.

Diantaranya hadis Nabi Saw. dalam Musnad Asy Syihab karya Muhammad Al Qudha’i (w. 454 H) diriwayatkan oleh Sayyidina Zaid bin Haritsah (w. 8 H) :

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ تَكَفَّلَ اللَّهُ بِرِزْقِهِ

Artinya :
Barang siapa yang mencari ilmu, maka Allah Swt. akan menjamin dengan rezeki-Nya.

Syeikh Abdullah Ba Alawi Al-Haddad, pernah menjelaskan di dalam karya fenomenalnya, kitab nashoihu ad-diniyah hal. 20,

قال عليه السلام : إن الله تكفل لطالب العلم برزقه .
(قُلتُ ) وهذا تكفل خاص بعد التكفل العام الذي تكفل الله به لكل دابة في الأرض في قوله {ومَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّه رِزْقُهَا} . فيكون معناه زيادة التيسير ورفع المؤنة والكلفة في طلب الرزق وحصوله. والله أعلم
(نصائح الدينية ص ٢٠)

Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya Allah menanggung rezeki para pencari ilmu”
( Saya berkata ): Ini adalah jaminan khusus setelah adanya jaminan secara umum, yang telah dijamin oleh Allah terhadap setiap makhluk di muka bumi dalam firman-Nya Surat Hud ayat 6 diatas, Maka makna pemberian jaminan khusus dalam hadits tersebut adalah : bertambahnya kemudahan dan dihilangkannya ke-lelahan dan ke-sulitan dalam mencari dan memperoleh rezeki. Wallohu a’lam.

Masalah jodoh, rezeki, dan mati Allah SAW. yang mengatur, kita tidak perlu ikut campur.
Tugas kita beribadah, iktiar, berdo'a, dan tawakkal.
Jadi, tidak perlu ragu, bimbang, dan bahkan takut untuk memondokkan anak ke pesantren, Allah sudah mengaturnya.

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ
وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ ؕ وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ ؕ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمۡرِهٖ‌ ؕ قَدۡ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ قَدۡرً


Artinya:
"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu," (QS. At- Talaq ayat 2-3)

Referensi :
(QS. Hud 11: Ayat 6)
(QS. At- Talaq ayat 2-3)
(Musnad Asy Syihab karya Muhammad Al Qudha’i (w. 454 H)
الرازي، فخر الدين، تفسير الرازي =
مفاتيح الغيب أو التفسير الكبير، ٣١٨/١٧)
(نصائح الدينية ص ٢٠)

Penulis :
Abdil Arif
Editor :
Ust. Bilal
Layouter :
Ust. Saifuddin

 

Comments

Popular posts from this blog

MENGUMPULKAN NIAT PUASA RAMADAN PADA MALAM PERTAMA

 MENGUMPULKAN NIAT PUASA RAMADAN PADA MALAM PERTAMA Pertanyaan: Bagaimana hukum mengumpulkan niat puasa Ramadan sebulan penuh pada malam pertama?  JAWABAN: Hukum niat puasa sebulan penuh pada malam pertama bulan ramadan adalah sunnah. Sedangkan hukum niat puasa setelah hari pertama, ulama berbeda pendapat: 1. Menurut madzhab syafi'iyah niat puasa untuk sebulan penuh hanya cukup untuk puasa satu hari, sehingga setiap puasa pada bulan Ramadan wajib diniati. 2. Sedangkan menurut imam Malik niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh sudah mencukupi, sehingga untuk hari-hari berikutnya tidak wajib niat kembali. Seperti penjelasan yang terdapat dalam kitab attaqrirat assadidah halaman 440. Referensi :  التقريرات السديدة في مسائل المفيدة ص : 440 وتجب النية لكل يوم لأن كل يوم عبادة مستقلة ولا تكفي نية واحدة لكل الشهر على المعتمد ولكن تسن, وفيها فائدتان : الأولى صحة صوم يوم نسي تبييت النية فيه على مذهب الإمام مالك, والثانية أخذه الأجر كاملا لو مات قبل تمام الشهرا عتبارا بنيته. ...

PUISI

Jeritan Haluan Kiri Oleh : Sholahul Amal SEANDAINYA ,,, Fanatik setingkat buta Kata pembodohan terdengar di mana-mana Mengkritik dinilai kekirian  Patuh konstitusi disebut sayap kanan Di era baru... Apa mau mu ?!!!!! Padahal komunis sudah hidup sengsara Ideologi nya hilang entah kemana Negara sudah tidak mungkin di tata secara fasis Warga tidak lagi diperlakukan dengan bengis Ide-ide bebas sekian lama tidak disuarakan  Gerakan reformasi terbungkam ketakutan Tapi mengapa fitnah komunis masih berkoar ??? Suka menuduh komunis pada lawan yang tidak sepemikiran Menilai sama antara komunis dan atheis Mengaku agamis,,,kelakuannya menduakan tuhan Dasar !!! wajah agamis bernafaskan atheis.* Persimpangan kiri jalan, 18 september 2021 Sang Cipta Benih Oleh: Mula Ragil Apa kabar kau dengan tunasmu Sudah besar berkembang Atau mulai goyah  Tertawan udara kepung wilayah ................ Kuatlah kau akar Kokohlah sang dahan Jangkaulah sorga kau ranting Tebarlah harap indah kau daun Moga ...

MENGIKUTI IMAM YANG LUPA ROKAAT SHOLAT

Pertanyaan : bagaimana tindakan yang benar bagi makmum, ketika mendapati imam menambah rakaat? Jawaban : Apabila makmum mendapati imam menambah raka'at dalam shalat, maka tidak boleh baginya mengikuti raka’at yang ditambah oleh  imam, dan hal tersebut bisa menyebabkan shalatnya batal. Karena dianggap bermain-main dalam shalat.  Akan tetapi, jika makmum tidak  sadar bahwa imam telah menambah rakaat, lalu dia mengikutinya, maka hukum sholatnya tidak batal.  Referensi: فرع) لو قام إمامه لزيادة، كخامسة، ولو سهوا، لم يجز له متابعته، ولو مسبوقا أو شاكا في ركعة، بل يفارقه، ويسلم، أو ينتظره - على المعتمد -. [البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٥٠/٢] (قوله: لو قام إمامه لزيادة) أي على صلاته. (قوله:كخامسة) تمثيل للزيادة. (قوله: ولو سهوا) أي ولو قام حال كونه ساهيا بأن صلاته قد كملت. (قوله: لم يجز له متابعته) أي لم يجز للمأموم أن يتابعه في الركعة الزائدة، فإن تابعه بطلت صلاته لتلاعبه، ومحله إن كان المأموم عالما بالزيادة، فإن كان جاهلا بها وتابعه فيها لم تبطل...