Skip to main content

WANITA DALAM SOROTAN TAULADAN INTELEKTUAL


*WANITA DALAM SOROTAN TAULADAN INTELEKTUAL*

_Oleh : Ustadzah Jinani Firdausiyah_


Wanita adalah sosok yang mampu berkontribusi dalam  beberapa aspek kehidupan, namun dibalik itu wanita harus  memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman oleh sebab itu, wanita tidak mudah terpengaruh oleh sekitar, diantara mereka suka menyudutkan para wanita yang di anggapnya hanya bisa berkontribusi  pada suatu hal tertentu, sehingga menjadi salah satu penyebab beberapa wanita berhenti menggapai cita-citanya, ada yang memandang bahwa wanita hanya bisa berkontribusi dalam hal reproduksi dan hanya mahir dalam perihal masak-memasak,

padahal ada banyak sekali kisah inspiratif seorang wanita muslimah yang cukup membuktikan bahwa kaum wanita bisa berkontribusi dalam beberapa aspek kehidupan, salah satu dari wanita muslimah tersebut adalah sayyidah nafisah. Wanita ini berasal dari kalangan muslimah yang mungkin jarang sekali kita dengar atau mungkin malah masih asing, namun perempuan ini ternyata juga memiliki kontribusi yang nyata dalam beberapa aspek kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan, Sayyidah Nafisah yang di kenal sebagai gurunya imam Syafi’i bahkan bukan hanya imam syafi’i, atsar ilmu Sayyidah Nafisah ini berada pada dua madzhab yang mu’tabarah yaitu imam Syafi’I dan juga imam Ahmad bin hanbal.(Alu Baiti al-nabi fi mishr,hlm 107, hanbalu dimasyqi jld 21 hlm 21)

.

Beliau lahir pada 11 rabiul awal tahun 145 H/762 M(Atharidi,hlm 7) yang mana ayahnya adalah seorang gubernur madinah pada masa khalifah ja’far al Mansur, sebetulnya beliau lahir di mekah, namun karena ayahnya memiliki tugas di madinah  berpindahlah ayahnya ke madinah dan beliau pun ikut. Beliau menghabiskan masa kecilnya untuk belajar dan belajar, terutama belajar di bidang hadits dan juga menghafalkan al-  qur’an, sehingga beliau ini mendapat julukan nafisatul ilmi pada usia muda dan sebelum beliau menikah kemampuannya dalam mempelajari ilmu-ilmu al-qur’an dan hadits sangatlah mumpuni sekali sampai-sampai keilmuan beliau ini melebihi perempuan-perempuan pada masanya yang setaraf dengan beliau. Jadi, beliau adalah perempuan paling cerdas dan memiliki pendidikan paling baik, beliau di Mekkah dan di Madinah setiap harinya di habiskan untuk dzakirotan wa qori’atan (berdzikir, mempelajari dan membaca) meskipun dalam suatu riwayat beliau dikatan sebagai orang yang ummy(Nasikh al-tawarikh,hlm.128, Zirikli, jld.8,hlm.44) namun, kemampuan dalam mempelajari hadits dan juga pengetahuannya mengenai hadits serta hafalan al qur’annya sangat kuat  sekali dan juga sangat baik sekali, sampai-sampai imam syafi’i berguru kepadanya, karena memang Sayyidah Nafisah ini terkenal dengan kecerdasannya.


Kemudian keistimewaan lain dari Sayyidah Nafisah ialah beliau tidak pernah meninggalkan sholat malam serta ribuan kali menghatamkan alqur’an seumur hidupnya, ini luar biasa sekali,, hal ini di saksikan langsung oleh keponakannya yaitu Zainab.


خدمت عمتي السيدة نفيسة أربعين عاما،فمارأيتها نامت بليل،ولا أفطرت إلا العدين وأيام التشريق،فقلت لها: أما ترفقين بنفسك؟فقالت كيف أرفق بنفسي وأمامي عقابت لايقطعهن إلا الفائزون؟ وكانت تقول كانت عمتي تحفظ القرأن وتفسره،وكانت تقرأ القرأن وتبكي 

“ Aku membantu bibiku, Sayyidah Nafisah selama 40 tahun. Aku tidak pernah melihatnya tidur malam dan Beliau selalu berpuasa kecuali pada dua hari raya dan tiga hari tasyrik. Aku pernah bertanya padanya : Apakah bibi tidak menyayangi badanmu sendiri? Ia menjawab bagaimana aku menyayangi diriku, sedangkan didepanku ada bahaya yang akan menghalangiku masuk kecuali orang-orang yang beruntung?, Zainab juga mengatakan,”bibiku hafal al-qur’an dan menafsirkannya. Ia sering membaca al-qur’an sampai menangis.”


وكانت قد حفرت قبرها بيدها, وصارت تنزل فيه وتصلي, وقرأت فيه ستة الأف ختمة

"Sayyidah Nafisah telah menggali kuburnya sendiri, dan beliau turun ke dalam kuburannya lalu salat dan menghatamkan Al-qur'an di sana sebanyak enam ribu kali"


sehingga pada suatu ketika Imam Ahmad bin Hanbal mendatangi rumah sayyidah nafisah dan meminta doa pada beliau, hingga membuat banyak orang juga daatang untuk meminta berkah dan doa sebab kedatangan imam ahmad tersebut. sering sekali diskusi yang dilakukan imam syafii dan sayyidah nafisah di mesir hingga ada sebuah riwayat yang mengatakan tentang imam syafi’i yang sering bersama sayyidah nafisah ketika dimesir.


ولما دخل الإمام الشافعي رضي الله عنه مصر كان يتردد إليها ويصلي بها التراويح في رمضان في مسجدها رضي الله تعالى عنهما.

" Disaat Imam Syafi'i berada di Mesir, beliau sering mengunjungi Sayyidah Nafisah dan melakukan salat tarawih bersama Sayyidah nafisah pada bulan Ramadhan di masjid Sayyidah nafisah.


Bahkan ketika imam syafii sakit beliau selalu meminta doa kepada sayyidah nafisah dan sebelum utusan imam sayfii pulang, Imam syafii sudah sembuh, itu menunjukkan betapa utamanya seorang Sayyidah Nafisah dan juga sangat memiliki peran dan atsarul ilmi yang begitu kuat terhadap madzhab yang kita anut, yakni madzhab Syafi'i sampai-sampai imam Syafi'i sering sekali menyebutkan bahwa dia adalah murid dari seorang perempuan yang bernama Sayyidah Nafisah.


 Kemudian ketika masa beliau menikah ini juga sedikit kontroversial karna banyak sekali yang meminang beliau termasuk Sayyidina Ishaq bin ja’far ash shodiq al mu’taman yang berhasil menjadi suami beliau, karna rasulullah datang dalam mimpi ayahnya dan merestui pernikahan mereka berdua, sehingga ayahnya langsung menikahkan mereka berdua, kemudian Sayyidah Nafisah hijrah ke mesir. Dalam kitab siyar a'lamin nubala juga di sebutkan.


وَتَحَوَّلَتْ هِيَ مِنَ المَدِيْنَةِ إِلَى مِصْرَ مَعَ زَوْجِهَا الشَّرِيْفِ إِسْحَاقَ بنِ جَعْفَرِ بنِ مُحَمَّدٍ الصَّادِقِ - فِيْمَا قِيْلَ - ثُمَّ تُوُفِّيَتْ بِمِصْرَ، فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، سَنَةَ ثَمَانٍ وَمَائَتَيْنِ.

 "Sayyidah Nafisah beserta suaminya Syarif Ishaq bin Ja'far bin Muhammad as-Shadiq berpindah dari Madinah ke Mesir -sebagaimana yang telah beredar- kemudian Beliau wafat di Mesir pada bulan Ramadhan tahun 208 Hijriah"


Banyak rakyat mesir yang bahagia dengan kedatangan beliau, karena memang sudah masyhur sekali bahwa beliau ini adalah ulama perempuan yang teramat sangat mumpuni keilmuan serta kesholehaannya, banyak yang ingin bertabarruk dan juga mengambil ilmu kepadanya.


Lantas bagaimana dengan tugas domestiknya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga? Dikatakan bahwa sifat syakhsiyahnya Sayyidah Nafisah itu adalah afdholun nisa’ fi ri’ayati zaujiha wa baitiha. Sekalipun beliau ini memiliki keilmuan yang mumpuni dan juga memiliki kesholehaan yang tidak di ragukan lagi. Beliau juga mampu mengorganisir kehidupan rumah tangganya serta mampu menjadi istri yang baik bagi suaminya dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Beliau pandai sekali menjaga keseimbangan dalam kehidupannya namun juga tidak melupakan fitrahnya terhadap perempuan.

 Ini adalah sedikit banyak tentang keistimewaan Sayyidah Nafisah yang mana meskipun beliau seorang perempuan beliau memiliki kiprah yang tidak diragukan lagi, memiliki keistimewaan yang juga patut dibanggakan. jadi kita perempuan jangan terlalu suka memarginalkan diri, karena  sebenarnya perempuan ini juga memiliki potensi yang baik dan juga memiliki kesempatan yang jika di maksimalkan dengan baik ia akan mampu menjadikan dirinya sebagai orang yang bermanfaat, buktinya atsarul ilmi Sayyidah Nafisah ini bisa berada pada dua  madzhab yakni imam syafii dan imam ahmad bin hanbal, beliau diakui kecerdasannya,keilmuannya dan kesholehaannya.

sehingga kisah ini patut sekali dijadikan contoh juga di jadikan I’tibar bagi peempuan-perempuan sekarang bahwa sebetulnya sejak dulu banyak sekali perempuan-perempuan sholehah dari kalangan muslim yang memiliki keistimewaan yang patut dicontoh. sehingga bagi semua perempuan khususnya santriwati seharusnya termotivasi untuk terus belajar dan mengaktualisasikan diri dalam hal-hal positif, tidak hanya berpangku tangan. seperti dawuhnya ibu nyai kulsum liboyo “ menjadi seorang perempuan atau istri itu jangan menjadi istri yang mudhof ilaih  ataupun istri yang hanya bersandar pada suaminya, tapi juga milikilah kemandirian  dan karakter serta kiprah-kiprahnya sendiri”. Jadi apa-apa itu jangan selalu disandarkan pada suami tapi juga memiliki kemandirian dan kreatifitas, inovasi dan juga hal-hal yang membuat perempuan ini memiliki nilai lebih dibanding hanya sekedar tabi’ saja, tapi juga berusahalah untuk memiliki inisiatif.karna memang perempuan pada masa dahulu juga banyak sekali contoh-contohnya termasuk sayyidah nafisah disini. yang memiliki beberapa keistimewaan. semoga sedikit banyak yang telah dipaparkan tentang sayyidah nafisah bisa bermanfaat an menginspirasi teman-teman semua utamanya perempuan untuk lebih giat lagi belajar, untuk lebih memanfaatkan hidupnya kepada hal-hal yang bisa memberikan maslahah untuk diri sendiri dan yang lainnya.

  


Referensi

Siyar a’lam an nubala imam dzahabi juz 10/ 6355

.Alu Baiti al-nabi fi mishr,hlm 107

Nasikh al-tawarikh,hlm.128 & Zirikli, jld.8,hlm.44.

Al-kawakibu ad-durriyah FII tarajimi as-saadati as-sufiyyah cetakan Daarul haadar bairut juz 1.

Al-thabaqatul kubra maktabah as-sufiyah juz 1.

Husein Muhammad.para ulama di atas panggung sejarah.Yogyakarta hal 112-122

 


Editor : 

Ust. Bilal

Layout :

Ust. Ahmad Saifuddin

Comments

Popular posts from this blog

MENGUMPULKAN NIAT PUASA RAMADAN PADA MALAM PERTAMA

 MENGUMPULKAN NIAT PUASA RAMADAN PADA MALAM PERTAMA Pertanyaan: Bagaimana hukum mengumpulkan niat puasa Ramadan sebulan penuh pada malam pertama?  JAWABAN: Hukum niat puasa sebulan penuh pada malam pertama bulan ramadan adalah sunnah. Sedangkan hukum niat puasa setelah hari pertama, ulama berbeda pendapat: 1. Menurut madzhab syafi'iyah niat puasa untuk sebulan penuh hanya cukup untuk puasa satu hari, sehingga setiap puasa pada bulan Ramadan wajib diniati. 2. Sedangkan menurut imam Malik niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh sudah mencukupi, sehingga untuk hari-hari berikutnya tidak wajib niat kembali. Seperti penjelasan yang terdapat dalam kitab attaqrirat assadidah halaman 440. Referensi :  التقريرات السديدة في مسائل المفيدة ص : 440 وتجب النية لكل يوم لأن كل يوم عبادة مستقلة ولا تكفي نية واحدة لكل الشهر على المعتمد ولكن تسن, وفيها فائدتان : الأولى صحة صوم يوم نسي تبييت النية فيه على مذهب الإمام مالك, والثانية أخذه الأجر كاملا لو مات قبل تمام الشهرا عتبارا بنيته. ...

PUISI

Jeritan Haluan Kiri Oleh : Sholahul Amal SEANDAINYA ,,, Fanatik setingkat buta Kata pembodohan terdengar di mana-mana Mengkritik dinilai kekirian  Patuh konstitusi disebut sayap kanan Di era baru... Apa mau mu ?!!!!! Padahal komunis sudah hidup sengsara Ideologi nya hilang entah kemana Negara sudah tidak mungkin di tata secara fasis Warga tidak lagi diperlakukan dengan bengis Ide-ide bebas sekian lama tidak disuarakan  Gerakan reformasi terbungkam ketakutan Tapi mengapa fitnah komunis masih berkoar ??? Suka menuduh komunis pada lawan yang tidak sepemikiran Menilai sama antara komunis dan atheis Mengaku agamis,,,kelakuannya menduakan tuhan Dasar !!! wajah agamis bernafaskan atheis.* Persimpangan kiri jalan, 18 september 2021 Sang Cipta Benih Oleh: Mula Ragil Apa kabar kau dengan tunasmu Sudah besar berkembang Atau mulai goyah  Tertawan udara kepung wilayah ................ Kuatlah kau akar Kokohlah sang dahan Jangkaulah sorga kau ranting Tebarlah harap indah kau daun Moga ...

MENGIKUTI IMAM YANG LUPA ROKAAT SHOLAT

Pertanyaan : bagaimana tindakan yang benar bagi makmum, ketika mendapati imam menambah rakaat? Jawaban : Apabila makmum mendapati imam menambah raka'at dalam shalat, maka tidak boleh baginya mengikuti raka’at yang ditambah oleh  imam, dan hal tersebut bisa menyebabkan shalatnya batal. Karena dianggap bermain-main dalam shalat.  Akan tetapi, jika makmum tidak  sadar bahwa imam telah menambah rakaat, lalu dia mengikutinya, maka hukum sholatnya tidak batal.  Referensi: فرع) لو قام إمامه لزيادة، كخامسة، ولو سهوا، لم يجز له متابعته، ولو مسبوقا أو شاكا في ركعة، بل يفارقه، ويسلم، أو ينتظره - على المعتمد -. [البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٥٠/٢] (قوله: لو قام إمامه لزيادة) أي على صلاته. (قوله:كخامسة) تمثيل للزيادة. (قوله: ولو سهوا) أي ولو قام حال كونه ساهيا بأن صلاته قد كملت. (قوله: لم يجز له متابعته) أي لم يجز للمأموم أن يتابعه في الركعة الزائدة، فإن تابعه بطلت صلاته لتلاعبه، ومحله إن كان المأموم عالما بالزيادة، فإن كان جاهلا بها وتابعه فيها لم تبطل...